Wednesday, July 18, 2012

CARA MELATIH AGAR PANDAI BERBICARA

Bahasa adalah sistem lambang bunyi yang arbiter yang dipergunakan oleh para anggota suatu masyarakat untuk bekerjasama, berinteraksi, dan mengidentifikasikan diri ; percakapan (perkataan) yang baik, tingkah laku yang baik, serta sopan santun. Melalui bahasa kita dapat menyampaikan perasaan, pendapat, ide, komentar dsb. Tanpa bahasa kita akan mengalami kesulitan dalam mengungkapakan sesuatu. Bahasa merupakan salah satu untuk menilai karakter seseorang. Dengan bahasa pula kita dapatberinteraksi satu sama lain. Bagi seseorang yang mengalami kesulitan dalam menyampaikan sesuatu terutama bingung dalam penempatan kata apa saja yang harus diucapkan agar tidak monoton dan menarik lawan bicara kita. Yaitu dengan melatih bahasa kita dari sedini mungkin.


Seseorang yang pandai dalam berbicara cenderung menggunakan otak bagian kiri. Otak kiri berfungsi sebagai pengendali IQ (Intelligence Quotient) seperti hal perbedaan, angka, urutan, tulisan, bahasa, hitungan dan logika. Daya ingat otak kiri bersifat jangka pendek (short term memory). Bila terjadi kerusakan pada otak kiri maka akan terjadi gangguan dalam hal fungsi berbicara, berbahasa dan matematika.

Berbeda dengan Otak kanan yang berfungsi dalam perkembangan EQ (Emotional Quotient), seperti hal persamaan, khayalan, kreativitas, bentuk atau ruang, emosi, musik dan warna. Daya ingat otak kanan bersifat panjang (long term memory). Bila terjadi kerusakan otak kanan misalnya pada penyakit stroke atau tumor otak, maka fungsi otak yang terganggu adalah kemampuan visual dan emosi misalnya.

Akan tetapi kebutuhan IQ dan EQ saja tidak cukup. Kita juga membutuhkan SQ (Spiritual Quotient) yaitu kebutuhan akan Agama. Karena bangsa indonesia adalah bangsa yang beragama, maka semuanya berhubungan dengan agama. Dan Agama mempunyai peran penting dalam melakukan suatu tindakan agar tidak salah dan merugikan diri sendiri.

Sebelumnya saya akan bercerita sedikit, ini mengenai pengalaman saya, pengalaman yang hingga saat ini masih teringat jelas. Dulu ketika saya kecil, Ayah saya selalu melatih saya untuk terbiasa dalam berbicara. Dengan cara mengajak saya bercerita tentang segala hal. Sewaktu kecil, ayah saya sering mengajak saya keluar rumah, tepatnya di teras. Ayah sering meminta saya untuk menceritakan hal-hal apa saja yang saya alami di sekolah dan membiarkan saya mengeksplorasikan sesuai dengan apa yang saya inginkan. Hal itu terus berlanjut dan semakin berlanjut hingga saya SMK.

Dan suatu prestasi yang membanggakan bagi saya, ketika saya disuruh berpidato di depan kelas mengenai tugas yang saya buat tentang “dampak penggunaan handphone”  secara mendadak, dan belum ada persiapan sama sekali. Dengan gugup saya maju ke depan, dan mencoba berbicara. Setelah selesai berpidato, sebagian teman-teman saya serentak bertepuk tangan. Dan guru saya berkata “awal yang bagus. Sering pidato ya?” mendengar kalimat itu saya langsung kaget. Saat presentasipun tidak jarang guru saya memuji dengan hal demikian. Sehingga memunculkan motivasi bagi saya untuk melakukanya lebih baik lagi.

Jadi kesimpulanya, untuk menjadi orang yang pandai dalam berbicara itu dibutuhkan proses. Disaat kita berbicara, otak kitapun juga akan berkerja memilih kata-kata, kalimat dsb. Dalam hal ini kegugupan seseorang juga akan berpengaruh pada cara bicaranya. Jadi untuk melatih seseorang agar pandai berbicara yaitu ajaklah dia berbicara sesering mungkin. dan untuk menjadi orang yang mengatahui, maka cobalah menjadi pendengar yang baik pula. Keduanya sangatlah penting dalam menunjang kelancaran dalam berbicara.

Semoga bermanfaat ^_^

No comments:

Post a Comment